Skip to main content

Balasan untuk setiap perbuatan manusia


بَلِ ٱلْإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ بَصِيرَةٌ، وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُ

"Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya." ( QS. Al Qiyamah : 14 -15 ).

Seorang hamba, betapapun dirinya mengelak dari perbuatan yang telah dilakukannya, betapapun dirinya menyembunyikan perbuatannya dari semua manusia, betapapun banyaknya alasan yang dikemukakan akan kesalahan yang dilakukannya, maka dia akan menjadi saksi atas dirinya sendiri.

Al Hafizh Ibnu Katsir berkata :

أَيْ: هُوَ شَهِيدٌ عَلَى نَفْسِهِ، عَالِمٌ بِمَا فَعَلَهُ وَلَوِ اعْتَذَرَ وَأَنْكَرَ، كَمَا قَالَ تَعَالَى: اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا [الْإِسْرَاءِ: ١٤] .

"Yaitu dia menjadi saksi atas dirinya sendiri, dan mengetahui dengan apa yang telah diperbuatnya, sekalipun dia beralasan dan mengingkarinya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu."(Surah Al-Isra: 14)." [ Tafsir Al Qur'an Al Azhim : 7/410, Darul Atsar - Kairo - Mesir, cet.1 - 1430H - 2009M ].

Jika engkau sudah tahu bahwa dirimu sendirilah yang akan menanggung semua itu, maka yang harus menjadi prioritas adalah sibuk memperbaiki diri dari segala kekurangan dan cela, bukan sibuk dengan kekurangan dan aib orang lain dan tidak mempedulikan penilaian orang lain terhadap dirimu.

Pujian orang lain tidak akan bermanfaat, terlebih jika mereka memujimu dengan apa yang tidak ada padamu. Celaan mereka tidak akan membahayakanmu, terlebih jika mereka mencelamu atas apa yang tidak ada pada dirimu. Sehebat apapun keshalihan  seorang hamba, pasti ada orang yang membencinya. Sampai para Nabi pun tidak semua manusia menyukainya.

Dan hingga fir'aun dan namrud pun tetap ada orang yang mencintai dan mengikuti mereka. Itulah manusia. 

Mutharrif bin Abdillah berkata : Imam Malik berkata kepadaku : "Apa yang diucapkan manusia padaku?" Maka aku berkata :

أما الصديق فيثني عليك، و أما العدو فيقع فيك

"Adapun teman yang tulus, maka dia memujimu. Dan adapun musuh, maka dia menjatuhkan kehormatanmu."

Maka Imam Malik berkata :

ما زال الناس كذلك، ولكن نعوذ بالله من اتفاق الألسنة كلها

"Manusia akan senantiasa seperti itu. Akan tetapi, kita berlindung kepada Allah dari sepakatnya lisan semuanya."

Sungguh, beliau telah berlindung dari pujian manusia semuanya lalu beliau tertipu dengannya. Atau berlindung dari celaan manusia semuanya, karena bisa jadi di dalamnya ada sesuatu yang benar yang mereka katakan.

[ Lihat : Rasaa'il min Al Qur'an hal. 11 ].


Saudara seiman,

Dadan Rahmatun Ramdan

Kuningan - Jawa Barat.

Comments

Popular posts from this blog

Buruknya perbuatan hasad

Buruknya perbuatan hasad عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jauhilah oleh kalian hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar atau rumput." ( HR. Abu Daud no. 4257 ). Seburuk - buruk perkara yang memenuhi hati seorang hamba setelah kesyirikan adalah hasad. Hasad adalah dosa yang pertama kali dilakukan di langit dan di bumi. Sebagian salaf berkata : الحسد أول ذنب عصي الله به في السماء، يعني حسد إبليس آدم، و أول ذنب عصي الله به في الأرض يعني حسد ابن آدم أخاه حتى قتله "Hasad adalah dosa pertama kali yang dengannya Allah di durhakai di langit sana, yaitu hasadnya iblis kepada Adam. Dan hasad adalah dosa pertama kali yang dengannya Allah di durhakai di muka bumi, yaitu hasadnya anak Adam kepada saudaranya h...

Berteman harus dengan yang seiman

Berteman harus dengan yang seiman   وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيْدِۗ  "Sedangkan anjing mereka membentangkan kedua kaki depannya di mulut gua." ( QS. Al Kahfi : 18 ). Dalam pepatah arab disebutkan : الصاحب ساحب "Teman itu menyeret." Dan seseorang itu tergantung agama teman atau sahabatnya.  Sang Kekasih Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل “Agama Seseorang tergantung dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud no. 4833 dan Tirmidzi no. 2378 dari jalan Abu Hurairah). Carilah teman sebelum engkau melakukan perjalanan. Karena sampai tidaknya perjalananmu kepada tujuan salah satunya adalah pengaruh teman dalam perjalanan. Seekor anjing yang menyertai para pemuda ashhabul kahfi menjadi kekal namanya karena menyertai orang - orang shalih.  Ikan Nun menjadi sejarah sepanjang masa karena bersama dengan Yunus 'alaihissalaam di dalam gelap dan da...

Sifat Malu berbuah Kebaikan

Sifat Malu berbuah Kebaikan   فَجَاۤءَتْهُ اِحْدٰىهُمَا تَمْشِيْ عَلَى اسْتِحْيَاۤءٍۖ "Lalu, datanglah kepada Musa salah seorang dari keduanya itu sambil berjalan dengan malu-malu." ( QS. Al Qashshas : 25 ). Wanita hebat ini berjalan, tapi bukan berjalan diatas karpet merah, dia berjalan diatas permadani sifat malu. Al Qur'an tidak mengabarkan kepada kita tentang kecantikannya, karena kecantikan akan sirna. Al Qur'an tidak menyampaikan kepada kita akan postur tubuhnya, karena tubuh yang molek dan bagus kelak hanya menjadi makanan cacing - cacing tanah. Al Qur'an menceritakan kepada kita tentang jauh yang lebih indah dari itu semua, yaitu sifat malu, terlebih pada diri seorang wanita. Sifat malu adalah riasan yang mempesona pada diri seorang manusia. Sifat malu adalah kehidupan bagi hati seorang hamba. Sifat malu adalah benteng dari perkara - perkara yang tercela. Sifat malu adalah penyebab datangnya berbagai kebaikan. Sang Kekasih Shalallahu 'alaihi wa Sallam ...