Buruknya perbuatan hasad
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ
Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jauhilah oleh kalian hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar atau rumput." ( HR. Abu Daud no. 4257 ).
Seburuk - buruk perkara yang memenuhi hati seorang hamba setelah kesyirikan adalah hasad. Hasad adalah dosa yang pertama kali dilakukan di langit dan di bumi.
Sebagian salaf berkata :
الحسد أول ذنب عصي الله به في السماء، يعني حسد إبليس آدم، و أول ذنب عصي الله به في الأرض يعني حسد ابن آدم أخاه حتى قتله
"Hasad adalah dosa pertama kali yang dengannya Allah di durhakai di langit sana, yaitu hasadnya iblis kepada Adam. Dan hasad adalah dosa pertama kali yang dengannya Allah di durhakai di muka bumi, yaitu hasadnya anak Adam kepada saudaranya hingga membunuhnya." ( 'Uyunul Akhbar : 2/408 ).
Tidaklah iblis membenci Adam 'alaihissalaam kemudian tidak mau melaksanakan perintah Allah untuk sujud kepadanya melainkan karena hasad. Ketika itu iblis menyangka bahwa dirinya lebih baik daripada Adam 'alaihissalaam.
Hasad adalah keinginan hati agar nikmat yang ada pada saudaranya hilang. Dan yang lebih buruk lagi berkeinginan agar nikmat tersebut berpindah kepadanya.
Hasad hanya bisa dihindari dengan sikap qanaah, merasa cukup dengan apa yang Allah bagikan untuknya. Karena hakikat hasad adalah membenci takdir Allah yang telah ditetapkan kepada mahluk - Nya. Hasad bisa dihilangkan dengan melihat orang yang dibawah kita dalam urusan dunianya sehingga kita lebih banyak bersyukur kepada - Nya. Hasad bisa dilawan dengan tidak melihat apa yang ada di tangan orang lain dengan cara pandang kebencian, tapi dengan cara pandang keimanan terhadap ketetapan - Nya.
Jika seorang hamba terus menyimpan hasad dalam dirinya, maka dia tidak akan mendapatkan waktu untuk memuji Allah dan bersyukur kepada - Nya atas apa yang telah diberikan - Nya. Maka, habislah waktunya bersamaan dengan habisnya kebaikannya. Karena hasad ibarat api yang melalap habis kayu bakar tanpa ada sisa.
Wallahu A'lam.
Saudara seiman,
Dadan Rahmatun Ramdan
Kuningan - Jawa Barat
Comments
Post a Comment