Skip to main content

Berteman harus dengan yang seiman

Berteman harus dengan yang seiman 


وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيْدِۗ 

"Sedangkan anjing mereka membentangkan kedua kaki depannya di mulut gua." ( QS. Al Kahfi : 18 ).

Dalam pepatah arab disebutkan :

الصاحب ساحب

"Teman itu menyeret."

Dan seseorang itu tergantung agama teman atau sahabatnya. 

Sang Kekasih Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama Seseorang tergantung dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud no. 4833 dan Tirmidzi no. 2378 dari jalan Abu Hurairah).

Carilah teman sebelum engkau melakukan perjalanan. Karena sampai tidaknya perjalananmu kepada tujuan salah satunya adalah pengaruh teman dalam perjalanan.

Seekor anjing yang menyertai para pemuda ashhabul kahfi menjadi kekal namanya karena menyertai orang - orang shalih. 

Ikan Nun menjadi sejarah sepanjang masa karena bersama dengan Yunus 'alaihissalaam di dalam gelap dan dalamnya lautan.

Sesekor semut selalu diceritakan Al Qur'an karena senyumnya Sulaiman 'alaihissalaam mendengar kata - katanya saat berada di dekat kakinya.

Teman yang shalih adalah salah satu harta benda perhiasan dunia.

Teman yang baik adalah sumur yang dalam yang menyimpan segala rahasia.

Teman yang baik adalah pundak yang penuh kasih sayang yang menjadi tempat bersandar saat tertimpa kegelisahan dan kesusahan.

Teman yang baik tangan yang memegang erat saat tertimpa kelelahan.

Teman yang baik adalah tangan yang menarik saat tergelincir dalam perjalanan.

Teman yang baik adalah teriakan yang membangunkan saat jatuh dalam kelalaian.

Teman yang baik adalah teman yang menginginkan kebaikan dan menjauhkan keburukan.

Bahkan, saat melihatnya akan mengingatkanmu untuk naik kembali ke ufuk keimanan dan langit penghambaan.

Fudhail bin 'Iyadh pernah berkata :

نظر المؤمن إلى المؤمن يجلو القلب

“Pandangan seorang mukmin kepada mukmin yang lain akan mengilapkan hati.” [ Siyar A'lami An Nubala' : 8/435, Imam Adz Dzahabi ].

Abu Dzar radhiyallahu 'anhu berkata :

الصاحب الصالح خير من الوحدة و الوحدة خير من صاحب السوء

"Teman yang shalih lebih baik daripada kesendirian. Dan kesendirian lebih baik daripada teman yang buruk." [ Mausu'ah Ibn Abi Ad Dunya : 6/535 ].

Bergaul boleh dengan siapa saja. Akan tetapi, perbanyaklah teman - teman yang shalih dan sahabat - sahabat yang bertakwa. Karena pertemanan dan persahabatan dengan kebaikan dan ketakwaan akan berbuah manfaat di dunia serta  kebaikan di akhirat kelak.

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَئىذٍ ۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَۗ

"Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." ( QS. Az Zukhruf : 67 ).

Al Hafizh Ibnu Katsir berkata :

كل صداقة وصحابة لغير الله فإنها تنقلب يوم القيامة عداوة، إلا ما كان لله عز وجل؛ فإنه دائم بدوامه

"Setiap pertemanan dan persahabatan karena selain Allah maka sesungguhnya ia akan berbalik menjadi permusuhan pada hari kiamat. Kecuali apa yang karena Allah 'Azza wa Jalla, maka ia akan kekal bersama kekalnya hari kiamat." [ Tafsir Ibnu Katsir : 4/135 ].

Janganlah sampai dirimu menggigit jari kelak di hari kiamat karena salah dalam memilih teman dekatmu ketika di dunia.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al Furqan:27-29).


Saudara seiman,

Dadan Rahmatuh Ramdan

Kuningan - Jawa Barat.

Comments

Popular posts from this blog

Buruknya perbuatan hasad

Buruknya perbuatan hasad عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jauhilah oleh kalian hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar atau rumput." ( HR. Abu Daud no. 4257 ). Seburuk - buruk perkara yang memenuhi hati seorang hamba setelah kesyirikan adalah hasad. Hasad adalah dosa yang pertama kali dilakukan di langit dan di bumi. Sebagian salaf berkata : الحسد أول ذنب عصي الله به في السماء، يعني حسد إبليس آدم، و أول ذنب عصي الله به في الأرض يعني حسد ابن آدم أخاه حتى قتله "Hasad adalah dosa pertama kali yang dengannya Allah di durhakai di langit sana, yaitu hasadnya iblis kepada Adam. Dan hasad adalah dosa pertama kali yang dengannya Allah di durhakai di muka bumi, yaitu hasadnya anak Adam kepada saudaranya h...

Sifat Malu berbuah Kebaikan

Sifat Malu berbuah Kebaikan   فَجَاۤءَتْهُ اِحْدٰىهُمَا تَمْشِيْ عَلَى اسْتِحْيَاۤءٍۖ "Lalu, datanglah kepada Musa salah seorang dari keduanya itu sambil berjalan dengan malu-malu." ( QS. Al Qashshas : 25 ). Wanita hebat ini berjalan, tapi bukan berjalan diatas karpet merah, dia berjalan diatas permadani sifat malu. Al Qur'an tidak mengabarkan kepada kita tentang kecantikannya, karena kecantikan akan sirna. Al Qur'an tidak menyampaikan kepada kita akan postur tubuhnya, karena tubuh yang molek dan bagus kelak hanya menjadi makanan cacing - cacing tanah. Al Qur'an menceritakan kepada kita tentang jauh yang lebih indah dari itu semua, yaitu sifat malu, terlebih pada diri seorang wanita. Sifat malu adalah riasan yang mempesona pada diri seorang manusia. Sifat malu adalah kehidupan bagi hati seorang hamba. Sifat malu adalah benteng dari perkara - perkara yang tercela. Sifat malu adalah penyebab datangnya berbagai kebaikan. Sang Kekasih Shalallahu 'alaihi wa Sallam ...